Rabu, 02 September 2026 Sifat Jaiz Allah SWT PAI Kelas 3

 

IDENTITAS

1. Nama Guru : Mohammad Adek Taufiqqurrohman, S.Pd.
2. Hari / Tanggal : Rabu, 02 September 2026
3. Fase / Kelas : B / III
4. Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
5. Materi : Sifat Jaiz Allah Swt. dan Asmaulhusna Al-Wahhab dan Al-Kabir
6. Pertemuan Ke : Pertemuan ke-2


7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga semuanya dalam keadaan sehat, bahagia, dan tetap semangat belajar. Sebelum belajar, sudahkah anak-anak melaksanakan salat Subuh hari ini? Alhamdulillah, jangan lupa bahwa salat merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Anak-anak, hari ini Pak Guru ingin mengajak kalian mengingat kembali kebesaran Allah Swt.

Allah adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta. Allah yang menciptakan manusia, tumbuhan, hewan, langit, bumi, air, dan seluruh alam semesta.

Allah juga Al-Malik, artinya Allah Maha Memelihara dan menguasai seluruh ciptaan-Nya. Semua yang ada di dunia ini berada dalam kekuasaan dan pemeliharaan Allah Swt.

Allah juga Ar-Razzaq, artinya Allah Maha Pemberi Rezeki. Kita mendapatkan makanan, minuman, kesehatan, keluarga, ilmu, dan berbagai nikmat karena Allah Swt. yang memberikan rezeki kepada kita.

Nah, anak-anak, pernahkah kalian mendapatkan hadiah dari Ayah, Ibu, atau orang lain tanpa kalian memintanya? Dari mana sebenarnya semua nikmat dan pemberian yang kita terima?

Hari ini kita akan belajar bahwa Allah Swt. bebas berbuat atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Kita juga akan mengenal dua nama Allah yang indah, yaitu Al-Wahhab dan Al-Kabir.

Mari kita belajar dengan tenang, fokus, dan penuh rasa syukur karena semua ilmu yang kita pelajari juga merupakan rezeki dari Allah Swt.


8. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami sifat-sifat Allah Swt. serta mengenal dan memahami makna Asmaulhusna Al-Wahhab dan Al-Kabir sebagai bagian dari keimanan kepada Allah Swt.


9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian sifat jaiz Allah Swt. dengan bahasa sendiri secara tepat. (Meaningful)

  2. Menyebutkan makna Al-Wahhab dan Al-Kabir dengan benar.

  3. Mengidentifikasi contoh peristiwa dalam kehidupan yang menunjukkan kebebasan kehendak Allah Swt.

  4. Menyebutkan contoh bukti bahwa Allah Swt. adalah Al-Wahhab (Maha Pemberi).

  5. Menyebutkan contoh kebesaran Allah Swt. sebagai Al-Kabir (Maha Besar).

  6. Menunjukkan sikap tenang, fokus, bersyukur, dan sungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran. (Mindful)

  7. Mengikuti permainan mencocokkan kartu dengan aktif, percaya diri, dan menyenangkan. (Joyful)


10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Pembelajaran dilaksanakan melalui langkah-langkah berikut:

A. Mengingat Pembelajaran Sebelumnya

  • Guru mengajak peserta didik mengingat kembali sifat wajib dan sifat mustahil Allah Swt.

  • Guru memberikan beberapa pertanyaan sederhana untuk mengetahui pemahaman awal peserta didik.

B. Mengenal Sifat Jaiz Allah Swt.

  • Peserta didik mengamati gambar atau contoh peristiwa alam.

  • Peserta didik membandingkan contoh dan bukan contoh (example non-example).

  • Guru menjelaskan bahwa sifat jaiz Allah Swt. adalah kebebasan Allah Swt. untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.

  • Peserta didik menyampaikan hasil pengamatan dan pendapatnya.

C. Mengenal Asmaulhusna

  • Guru memperkenalkan Al-Wahhab yang berarti Allah Maha Pemberi.

  • Guru menjelaskan Al-Kabir yang berarti Allah Maha Besar.

  • Peserta didik menyebutkan berbagai nikmat yang telah diberikan Allah Swt.

  • Peserta didik menyebutkan bukti kebesaran Allah Swt. yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

D. Permainan Index Card Match

  • Guru membagikan kartu berisi nama Asmaulhusna dan kartu berisi maknanya.

  • Peserta didik mencari pasangan kartu yang sesuai.

  • Peserta didik berdiskusi dengan pasangannya.

  • Setiap pasangan menyampaikan hasilnya di depan kelas.

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi.

E. Latihan dan Refleksi

  • Peserta didik mengerjakan latihan soal.

  • Guru membahas beberapa jawaban bersama peserta didik.

  • Peserta didik melakukan refleksi tentang hal yang sudah dipahami dan hal yang masih sulit.


11. Model / Metode

Model Pembelajaran:

  • Example Non-Example

  • Index Card Match

Metode:

  • Ceramah interaktif

  • Tanya jawab

  • Pengamatan

  • Diskusi kelompok/pasangan

  • Permainan

  • Penugasan

  • Refleksi


12. Penjabaran Materi

A. Sifat Jaiz Allah Swt.

Anak-anak, selain memiliki sifat wajib dan sifat mustahil, Allah Swt. juga memiliki sifat jaiz.

Sifat jaiz Allah Swt. adalah kebebasan Allah Swt. untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.

Allah Swt. bebas menentukan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya.

Contoh:

Hujan dapat turun di suatu tempat, tetapi tidak turun di tempat lain. Hal tersebut terjadi sesuai dengan kehendak Allah Swt.

Jadi, sebagai manusia kita harus menyadari bahwa Allah Swt. memiliki kehendak dan kekuasaan yang sempurna.


B. Asmaulhusna Al-Wahhab

Al-Wahhab artinya Allah Maha Pemberi.

Allah Swt. memberikan berbagai karunia dan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa mengharapkan balasan.

Contoh pemberian Allah kepada kita:

  • kesehatan,

  • makanan dan minuman,

  • keluarga,

  • teman,

  • tempat tinggal,

  • ilmu pengetahuan,

  • udara untuk bernapas,

  • serta berbagai nikmat lainnya.

Cara mengamalkan pemahaman Al-Wahhab

Sebagai anak yang beriman, kita dapat meneladani makna Al-Wahhab dengan cara:

  • suka berbagi,

  • membantu teman,

  • memberikan sesuatu kepada orang lain dengan ikhlas,

  • tidak pelit,

  • dan selalu bersyukur atas pemberian Allah.


C. Asmaulhusna Al-Kabir

Al-Kabir artinya Allah Maha Besar.

Tidak ada satu pun yang lebih besar dan lebih agung daripada Allah Swt.

Kebesaran Allah dapat kita lihat dari seluruh ciptaan-Nya. Langit yang luas, bumi, matahari, bulan, tumbuhan, hewan, dan manusia semuanya adalah ciptaan Allah Swt.

Cara mengamalkan pemahaman Al-Kabir

Karena Allah Maha Besar, kita harus:

  • tidak sombong,

  • rendah hati,

  • menghormati orang lain,

  • tidak meremehkan teman,

  • dan selalu mengagungkan kebesaran Allah Swt.


🎬 Video Pembelajaran

Pada kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat menyaksikan video animasi tentang sifat-sifat Allah Swt. dan Asmaulhusna sebagai penguatan materi.

Peserta didik diminta memperhatikan isi video dan menyebutkan hal penting yang mereka dapatkan setelah menonton.


Latihan / Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Sifat jaiz Allah Swt. berarti ....

A. Allah memiliki kekurangan
B. Allah bebas berbuat atau tidak berbuat sesuatu sesuai kehendak-Nya
C. Allah membutuhkan bantuan manusia
D. Allah memiliki sifat seperti manusia

2. Al-Wahhab artinya ....

A. Allah Maha Mengetahui
B. Allah Maha Pengampun
C. Allah Maha Pemberi
D. Allah Maha Mendengar

3. Ketika mendapatkan makanan dari orang tua, sebaiknya kita ....

A. menyombongkan diri
B. tidak bersyukur
C. bersyukur kepada Allah Swt.
D. membuang makanan

4. Al-Kabir memiliki arti ....

A. Allah Maha Besar
B. Allah Maha Pemberi
C. Allah Maha Mengetahui
D. Allah Maha Pengasih

5. Contoh perilaku yang sesuai dengan meneladani Al-Kabir adalah ....

A. sombong ketika mendapat nilai tinggi
B. mengejek teman
C. rendah hati dan menghormati orang lain
D. merasa paling hebat

B. Isian

6. Sifat jaiz Allah Swt. menunjukkan bahwa Allah bebas berbuat atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan ....

7. Al-Wahhab berarti Allah Maha ....

8. Al-Kabir berarti Allah Maha ....

C. Esai

9. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan sifat jaiz Allah Swt.!

10. Tuliskan dua contoh perilaku yang dapat kamu lakukan sebagai bentuk meneladani Al-Wahhab dan Al-Kabir!


Kunci Jawaban dan Pembahasan

1. B — Sifat jaiz Allah berarti Allah bebas berbuat atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.

2. C — Al-Wahhab berarti Allah Maha Pemberi.

3. C — Kita harus bersyukur karena makanan dan rezeki merupakan karunia dari Allah Swt.

4. A — Al-Kabir berarti Allah Maha Besar.

5. C — Meneladani Al-Kabir dapat dilakukan dengan bersikap rendah hati dan tidak sombong.

6. kehendak-Nya.

7. Pemberi.

8. Besar.

9. Sifat jaiz Allah Swt. adalah kebebasan Allah untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.

10. Contohnya:

  • Meneladani Al-Wahhab dengan suka berbagi makanan atau membantu teman.

  • Meneladani Al-Kabir dengan bersikap rendah hati dan tidak sombong.

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan dapat diposting kembali setelah kegiatan pembelajaran selesai, pada sore atau malam hari.


13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi

Alhamdulillah, hari ini kita telah belajar tentang sifat jaiz Allah Swt. serta Asmaulhusna Al-Wahhab dan Al-Kabir.

Sifat jaiz Allah Swt. berarti Allah bebas berbuat atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.

Al-Wahhab berarti Allah Maha Pemberi. Allah memberikan berbagai nikmat dan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Sebagai bentuk meneladaninya, kita harus membiasakan diri untuk suka memberi dan berbagi kepada sesama.

Al-Kabir berarti Allah Maha Besar. Karena Allah Maha Besar, kita harus bersikap rendah hati, tidak sombong, dan menghormati orang lain.

Refleksi Pembelajaran

Hari ini anak-anak terlihat antusias ketika mengamati gambar dan mengikuti permainan Index Card Match. Kegiatan mencocokkan kartu membantu peserta didik memahami hubungan antara nama Asmaulhusna dan maknanya dengan cara yang menyenangkan.

Kendala pembelajaran:
Sebagian peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam membedakan pengertian sifat jaiz Allah Swt. dengan sifat wajib dan sifat mustahil. Beberapa peserta didik juga masih perlu dibimbing untuk memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan Al-Wahhab dan Al-Kabir.

Tindak lanjut:
Pak Guru akan memberikan penguatan dan contoh-contoh yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari agar peserta didik semakin mudah memahami materi.

Capaian pembelajaran:
Sebagian besar peserta didik telah mampu:

  • menjelaskan pengertian sifat jaiz Allah Swt.;

  • menyebutkan arti Al-Wahhab dan Al-Kabir;

  • memberikan contoh bukti Allah sebagai Al-Wahhab;

  • serta menyebutkan contoh sikap rendah hati sebagai bentuk meneladani Al-Kabir.

Peserta didik yang masih mengalami kesulitan akan diberikan pendampingan dan latihan tambahan.

Pesan Pak Guru untuk anak-anak:

“Anak-anak, semakin kita mengenal Allah Swt., semakin kita menyadari betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Maka, jangan lupa untuk selalu bersyukur, suka berbagi, rendah hati, dan tidak sombong.”

Alhamdulillahi rabbil 'alamin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamis, 07 Mei 2026 PAI Kelas 2

Kamis, 21 Mei 2026 PAI Kelas 5

Senin, 04 Mei 2026 PAI Kelas 5