KISI-KISI BAB 2 – TELADAN MULIA ASMAULHUSNA KELAS IV
PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI
BAB 2 – TELADAN MULIA ASMAULHUSNA
A. IDENTITAS
1. Nama Guru: Mohammad Adek Taufiqqurrohman, S.Pd.
2. Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
3. Hari/Tanggal: ………………………………… 2026
4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas IV
5. Materi: Bab 2 – Teladan Mulia Asmaulhusna
6. Pertemuan Ke-: …………………………………
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengenal, memahami, dan meyakini Asmaulhusna serta membiasakan diri meneladani sifat-sifat mulia yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran diarahkan agar peserta didik tidak hanya mengetahui arti Asmaulhusna, tetapi juga mampu menerapkannya melalui perilaku menahan diri, mandiri, mencintai kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. TP Umum
Setelah mengikuti pembelajaran Bab 2, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan arti Asmaulhusna Al-Mālik, Al-‘Azīz, Al-Quddūs, As-Salām, dan Al-Mu’min dengan benar.
Menjelaskan makna dan keteladanan dari masing-masing Asmaulhusna.
Mengidentifikasi contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan Asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari.
Membiasakan perilaku menahan diri, mandiri, cinta kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib.
Meyakini bahwa Allah Swt. adalah Maharaja, Mahamulia, Mahasuci, Mahasejahtera, dan Maha Pemberi Keamanan.
2. TP Ma-Mi-Joy
Ma – Makna:
Peserta didik memahami bahwa Asmaulhusna merupakan nama-nama Allah yang baik dan indah serta memahami makna Al-Mālik, Al-‘Azīz, Al-Quddūs, As-Salām, dan Al-Mu’min.
Mi – Meaningful:
Peserta didik menghubungkan makna Asmaulhusna dengan pengalaman sehari-hari, seperti menjaga kebersihan, berbicara santun, menahan diri ketika marah, bersikap mandiri, serta hidup tertib.
Joy – Menyenangkan:
Peserta didik belajar melalui gambar, kartu kaligrafi, cerita, percakapan, kegiatan refleksi, diskusi, dan contoh situasi kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran PAI berlangsung aktif, bermakna, dan menyenangkan.
D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Alur pembelajaran dilaksanakan secara bertahap:
Peserta didik mengenal lima Asmaulhusna yang dipelajari.
Peserta didik memahami arti Al-Mālik, Al-‘Azīz, Al-Quddūs, As-Salām, dan Al-Mu’min.
Peserta didik memahami perintah berdoa dengan menyebut Asmaulhusna.
Peserta didik mengidentifikasi perilaku yang mencerminkan keteladanan Asmaulhusna.
Peserta didik menghubungkan perilaku sehari-hari dengan Asmaulhusna yang sesuai.
Peserta didik membiasakan sikap menahan diri, mandiri, cinta kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib.
Peserta didik merefleksikan penerapan Asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mengerjakan Penilaian Harian 2 sebagai bentuk pengukuran ketercapaian pembelajaran.
E. APERSEPSI SINGKAT
Guru mengawali pembelajaran dengan salam, doa, dan pertanyaan pemantik:
“Anak-anak, pernahkah kalian menahan diri untuk tidak membalas ketika ada teman yang membuat kita kesal?”
Guru kemudian melanjutkan:
“Pernahkah kalian membantu menjaga kebersihan kelas, berbicara dengan sopan kepada teman, atau menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri?”
Peserta didik diajak menyadari bahwa perilaku-perilaku tersebut dapat menjadi bentuk keteladanan terhadap sifat-sifat mulia yang terkandung dalam Asmaulhusna.
Guru menghubungkan pengalaman peserta didik dengan materi Teladan Mulia Asmaulhusna.
F. PEMBAHASAN SINGKAT
1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
Salah satu dasar pembelajaran adalah firman Allah Swt. dalam Q.S. al-A‘rāf/7:180 tentang Asmaulhusna. Peserta didik diarahkan untuk memahami bahwa Allah memiliki nama-nama yang baik dan kita dianjurkan berdoa dengan menyebut Asmaulhusna.
Melalui ayat tersebut, peserta didik memahami bahwa mengenal Asmaulhusna bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga menjadi dasar untuk memperbaiki akhlak dan perilaku sehari-hari.
2. Penjabaran Materi
Materi Bab 2 membahas lima Asmaulhusna:
a. Al-Mālik
Al-Mālik berarti Maharaja, yaitu Allah Swt. sebagai penguasa atas seluruh makhluk-Nya. Keteladanannya dapat diwujudkan dengan kemampuan menahan diri, termasuk tidak mudah marah dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.
b. Al-‘Azīz
Al-‘Azīz berarti Mahamulia. Peserta didik dapat meneladaninya melalui sikap mandiri, bertanggung jawab, dan berusaha melakukan keperluan sendiri sesuai kemampuan.
c. Al-Quddūs
Al-Quddūs berarti Mahasuci. Keteladanannya diwujudkan dengan mencintai kebersihan, baik kebersihan badan, pakaian, tempat, lingkungan, maupun kebersihan hati dari sifat iri, dengki, sombong, dan riya.
d. As-Salām
As-Salām berarti Mahasejahtera dan berkaitan dengan keselamatan serta kedamaian. Peserta didik dapat meneladaninya dengan menjaga lisan, berbicara santun, tidak mengejek, dan berusaha menciptakan suasana damai.
e. Al-Mu’min
Al-Mu’min berarti Maha Pemberi Keamanan. Keteladanannya dapat diwujudkan dengan hidup tertib, menaati aturan, dan menciptakan rasa aman bagi diri sendiri maupun orang lain.
Dengan memahami kelima Asmaulhusna tersebut, peserta didik diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
3. Video Pembelajaran
Video pembelajaran dapat digunakan sebagai penguatan materi tentang Asmaulhusna dan keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.
Link Video: ……………………………………………
4. Media/Alat Peraga
Media yang digunakan dalam pembelajaran antara lain:
PPT materi Bab 2
Gambar/ilustrasi perilaku
Kartu kaligrafi Asmaulhusna
Video pembelajaran
LKPD
Buku PAI dan Budi Pekerti Kelas IV
Lembar refleksi
Soal Penilaian Harian 2
Stimulus pembelajaran menggunakan gambar, cerita, percakapan, catatan harian, tabel pengamatan, dan lembar refleksi sebagaimana digunakan dalam Penilaian Harian 2 Bab 2.
5. Post Test
Sebagai evaluasi pembelajaran, peserta didik mengerjakan Penilaian Harian 2 (PH 2) Bab 2: Teladan Mulia Asmaulhusna.
Penilaian terdiri atas 15 butir soal, yaitu 10 pilihan ganda dan 5 uraian.
Materi yang diukur meliputi:
Arti lima Asmaulhusna.
Makna Al-Mālik, Al-‘Azīz, Al-Quddūs, As-Salām, dan Al-Mu’min.
Keteladanan Asmaulhusna.
Sikap menahan diri.
Sikap mandiri.
Cinta kebersihan.
Menjaga lisan.
Hidup tertib.
Penerapan Asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari.
G. KESIMPULAN / REFLEKSI
1. Kesimpulan
Pembelajaran Bab 2 memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa Asmaulhusna bukan hanya nama-nama Allah Swt. yang perlu diketahui dan dihafalkan, tetapi juga mengandung nilai-nilai akhlak yang dapat diteladani.
Peserta didik belajar bahwa:
Al-Mālik mengajarkan untuk mampu menahan diri.
Al-‘Azīz mengajarkan sikap mandiri.
Al-Quddūs mengajarkan cinta kebersihan.
As-Salām mengajarkan menjaga lisan dan menciptakan kedamaian.
Al-Mu’min mengajarkan hidup tertib dan memberikan rasa aman.
Dengan demikian, pembelajaran diharapkan dapat membentuk peserta didik menjadi pribadi yang berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
2. Refleksi
Hal yang sudah berjalan baik:
Peserta didik mengikuti pembelajaran dengan antusias dan mampu menghubungkan materi Asmaulhusna dengan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Kendala yang ditemukan:
Sebagian peserta didik masih memerlukan penguatan dalam membedakan arti masing-masing Asmaulhusna dan menghubungkannya dengan perilaku yang tepat.
Respons/keterlibatan peserta didik:
Peserta didik aktif menjawab pertanyaan, mengamati gambar, berdiskusi, serta memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan keteladanan Asmaulhusna.
Tindak lanjut:
Guru memberikan penguatan melalui latihan tambahan, pendampingan, kegiatan mengulang materi, dan pembiasaan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
3. Capaian Tujuan Pembelajaran
Jumlah peserta didik tuntas: ………… peserta didik
Jumlah peserta didik belum tuntas: ………… peserta didik
Tindak lanjut:
Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan remedial, pendampingan, latihan tambahan, serta pembelajaran ulang pada bagian materi yang masih belum dipahami.
Penutup
Alhamdulillah, pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Bab 2 tentang Teladan Mulia Asmaulhusna telah dilaksanakan dengan harapan peserta didik tidak hanya memahami makna Asmaulhusna, tetapi juga mampu mengamalkannya melalui akhlak dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga pembelajaran ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, tertib, cinta kebersihan, mampu menjaga lisan, serta senantiasa menghadirkan kedamaian bagi orang-orang di sekitarnya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Guru PAI dan Budi Pekerti
Mohammad Adek Taufiqqurrohman, S.Pd.
Komentar
Posting Komentar