Senin, 14 September 2026, Menerapkan Sikap Menahan Diri, Mandiri, dan Cinta Kebersihan sebagai Cerminan Asmaul Husna Kelas 4
IDENTITAS
Nama Guru : Mohammad Adek Taufiqqurrohman, S.Pd
Hari / Tanggal : Senin, 14 September 2026
Fase / Kelas : B / Kelas 4 SD
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Materi : Menerapkan Sikap Menahan Diri, Mandiri, dan Cinta Kebersihan sebagai Cerminan Asmaul Husna
Pertemuan Ke : [Sesuaikan]
APERSEPSI
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak-anak shalih dan shalihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan tetap semangat belajar bersama Bapak Guru.
Anak-anak, sebelum memulai pembelajaran, coba kita ingat kembali kebesaran Allah Swt.
Allah adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan diri kita, teman-teman kita, lingkungan, tumbuhan, hewan, dan seluruh alam semesta.
Allah juga Al-Malik, artinya Allah Maha Memelihara dan menguasai seluruh makhluk-Nya.
Allah juga Ar-Razzaq, artinya Allah Maha Pemberi Rezeki. Setiap makanan yang kita makan, air yang kita minum, kesehatan, keluarga, dan berbagai nikmat yang kita rasakan merupakan rezeki dari Allah Swt.
Nah, anak-anak, sebagai orang yang beriman kepada Allah, apakah cukup kita hanya mengetahui nama-nama Allah?
Tentu tidak.
Kita juga harus berusaha menunjukkan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Hari ini kita akan belajar bagaimana Asmaul Husna dapat tercermin dalam perilaku kita, khususnya melalui sikap:
๐ Menahan diri
๐ Mandiri
๐ Cinta kebersihan
Jadi, anak-anak, belajar Asmaul Husna bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik memahami makna Asmaul Husna dan mampu menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari melalui perilaku terpuji.
TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan hubungan Asmaul Husna dengan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelaskan pengertian sikap menahan diri, mandiri, dan cinta kebersihan.
Mengidentifikasi contoh sikap menahan diri dalam kehidupan sehari-hari.
Menunjukkan contoh sikap mandiri di rumah dan di sekolah.
Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Membiasakan perilaku menahan diri, mandiri, dan cinta kebersihan sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Asmaul Husna.
Meaningful: Peserta didik mampu menghubungkan Asmaul Husna dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Mindful: Peserta didik mampu menyadari bahwa setiap perilaku baik merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.
Joyful: Peserta didik mampu mengikuti kegiatan pembelajaran melalui permainan, diskusi, dan aktivitas kebersihan dengan gembira.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Peserta didik mengawali pembelajaran dengan salam, doa, dan apersepsi.
Guru mengajak peserta didik mengingat kembali beberapa Asmaul Husna yang telah dipelajari.
Peserta didik mengamati contoh perilaku menahan diri, mandiri, dan cinta kebersihan.
Guru menjelaskan pengertian masing-masing sikap.
Peserta didik mendiskusikan contoh perilaku yang dapat dilakukan di rumah dan sekolah.
Peserta didik melakukan permainan “Mana Sikap Terpuji?”.
Peserta didik melakukan kegiatan sederhana untuk menerapkan sikap mandiri dan cinta kebersihan.
Peserta didik mengerjakan latihan.
Guru dan peserta didik membahas hasil latihan.
Peserta didik melakukan refleksi dan membuat komitmen untuk menerapkan sikap terpuji.
MODEL / METODE
Model Pembelajaran: Discovery Learning
Metode: Tanya jawab, diskusi, demonstrasi, bermain peran, permainan edukatif, praktik, penugasan, dan refleksi.
PENJABARAN MATERI
A. Asmaul Husna dan Perilaku Kita
Anak-anak, Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang indah dan baik.
Ketika kita mempelajari Asmaul Husna, kita tidak hanya menghafalkan nama dan artinya.
Kita juga belajar mengambil nilai-nilai kebaikan yang dapat kita terapkan dalam kehidupan.
Misalnya, ketika kita mengetahui Allah Maha Mengetahui, kita sadar bahwa Allah mengetahui apa yang kita lakukan.
Karena itu, kita harus selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun tidak ada orang yang melihat.
Begitu juga dengan sikap menahan diri, mandiri, dan cinta kebersihan.
B. SIKAP MENAHAN DIRI
Apa itu menahan diri?
Menahan diri adalah kemampuan untuk mengendalikan keinginan, emosi, dan tindakan agar tidak melakukan sesuatu yang tidak baik.
Contohnya:
Tidak langsung marah ketika diejek teman.
Tidak mengambil barang milik orang lain.
Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Tidak memotong pembicaraan teman.
Tidak berlebihan ketika bermain.
Mampu menahan diri ketika ingin membeli sesuatu yang tidak diperlukan.
Mampu menahan diri untuk tidak berkata kasar.
Contoh di sekolah
Bayangkan ada teman yang tidak sengaja menyenggol meja kita sehingga pensil kita jatuh.
Apa yang harus dilakukan?
❌ Berteriak dan marah-marah.
❌ Membalas dengan mendorong teman.
✅ Menenangkan diri.
✅ Mengambil pensil.
✅ Memaafkan teman.
✅ Mengingatkan teman dengan sopan.
Itulah contoh menahan diri.
Pesan Bapak Guru
Anak-anak, orang yang kuat bukan hanya orang yang mampu mengangkat benda berat.
Orang yang kuat juga adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika sedang marah.
C. SIKAP MANDIRI
Apa itu mandiri?
Mandiri adalah kemampuan melakukan sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
Contoh sikap mandiri:
๐ Merapikan tempat tidur sendiri.
๐ Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.
๐ Menyimpan pakaian pada tempatnya.
๐ Mengerjakan tugas sendiri.
๐งน Membersihkan meja belajar sendiri.
๐ Merapikan sepatu sendiri.
⏰ Mengatur waktu belajar dan bermain.
Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain
Anak-anak, mandiri bukan berarti kita tidak boleh meminta bantuan.
Kalau memang kita belum mampu melakukan sesuatu, kita boleh meminta bantuan kepada orang tua atau guru.
Tetapi sesuatu yang sudah bisa kita lakukan sendiri, ayo kita biasakan untuk melakukannya sendiri.
Misalnya:
“Bapak, tolong ambilkan sepatu saya.”
Kalau sepatunya berada di tempat yang mudah dijangkau, lebih baik kita mengambilnya sendiri.
Itulah latihan menjadi anak yang mandiri.
D. SIKAP CINTA KEBERSIHAN
Anak-anak, Allah menyukai kebersihan.
Kebersihan harus dimulai dari diri sendiri.
Kebersihan diri
Contohnya:
๐งผ Rajin mencuci tangan.
๐ฆท Menyikat gigi.
๐ฟ Mandi secara teratur.
๐ Memakai pakaian yang bersih.
๐ Menjaga kerapian rambut.
✂️ Memotong kuku ketika sudah panjang.
Kebersihan lingkungan
Contohnya:
๐️ Membuang sampah pada tempatnya.
๐งน Menyapu kelas.
๐ Merapikan meja dan kursi.
๐ฑ Merawat tanaman.
๐ฐ Menjaga kebersihan tempat wudu.
๐ป Menjaga kebersihan toilet.
Anak-anak, jangan menunggu Bapak Guru menyuruh kita membersihkan kelas.
Kalau melihat sampah, ambil dan buang pada tempatnya.
Kalau meja berantakan, rapikan.
Kalau kelas kotor, ayo kita bersihkan bersama.
Itulah contoh anak yang cinta kebersihan.
E. HUBUNGAN DENGAN ASMAUL HUSNA
Sikap menahan diri, mandiri, dan cinta kebersihan dapat menjadi bentuk pengamalan nilai-nilai Asmaul Husna yang telah kita pelajari.
๐ Menahan Diri
Ketika kita mampu mengendalikan marah dan tidak melakukan keburukan, kita sedang belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab di hadapan Allah.
๐ Mandiri
Ketika kita mengerjakan tugas sendiri dan bertanggung jawab terhadap kewajiban kita, kita menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai seorang muslim.
๐ Cinta Kebersihan
Ketika kita menjaga kebersihan diri dan lingkungan, kita menunjukkan rasa syukur atas tubuh dan lingkungan yang Allah berikan kepada kita.
F. CONTOH PERILAKU SEHARI-HARI
Situasi Sikap yang Baik
Teman mengejek kita Menahan diri dan tidak membalas
Mendapat tugas sekolah Mengerjakan dengan mandiri
Melihat sampah di lantai Mengambil dan membuangnya
Ingin marah kepada teman Menenangkan diri
Buku berserakan Merapikannya sendiri
Selesai makan Membersihkan tempat makan
Melihat kelas kotor Membantu membersihkan
Ingin bermain sebelum tugas selesai Menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu
G. AKTIVITAS “AKU ANAK HEBAT”
Sekarang Bapak Guru ingin mengajak anak-anak melakukan 3 aksi nyata.
Aksi 1 – Aku Bisa Menahan Diri
Hari ini, jika ada sesuatu yang membuat kita marah, kita akan:
BERHENTI → TARIK NAPAS → TENANG → BERPIKIR → BERTINDAK DENGAN BAIK.
Aksi 2 – Aku Bisa Mandiri
Pilih satu tugas yang biasanya dibantu orang tua.
Hari ini coba lakukan sendiri.
Contohnya:
☑️ Merapikan tempat tidur.
☑️ Menyiapkan tas sekolah.
☑️ Merapikan buku.
☑️ Menyimpan sepatu.
Aksi 3 – Aku Cinta Kebersihan
Sebelum meninggalkan kelas:
Lihat → Ambil sampah → Buang → Rapikan.
Kelas bersih, belajar nyaman!
H. PERMAINAN “SIKAPKU HEBAT”
Bapak Guru akan menyebutkan beberapa keadaan.
Anak-anak jawab:
๐ “TERPUJI” jika perilakunya baik.
๐ “TIDAK TERPUJI” jika perilakunya tidak baik.
Teman mengejek, lalu kita membalas dengan marah.
Melihat sampah, kemudian kita membuangnya ke tempat sampah.
Menunggu ibu merapikan semua perlengkapan sekolah kita.
Menyiapkan buku pelajaran sendiri.
Marah lalu berteriak kepada teman.
Menenangkan diri ketika sedang marah.
Membiarkan kelas kotor.
Membantu membersihkan kelas.
Mengerjakan tugas sendiri.
Membuang sampah sembarangan.
I. LATIHAN / POST TEST
A. Pilihan Ganda
1. Kemampuan mengendalikan emosi dan keinginan agar tidak melakukan keburukan disebut ....
A. malas
B. menahan diri
C. bergantung
D. bermain
2. Ketika diejek oleh teman, sebaiknya kita ....
A. langsung membalas
B. berteriak
C. menahan diri dan tetap tenang
D. memukul teman
3. Contoh sikap mandiri adalah ....
A. selalu meminta bantuan orang lain
B. menunggu ibu menyiapkan tas
C. menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri
D. menyuruh teman mengerjakan tugas
4. Ketika melihat sampah di lantai kelas, sebaiknya ....
A. membiarkannya
B. menendangnya
C. menyuruh teman mengambilnya
D. mengambil dan membuangnya ke tempat sampah
5. Cinta kebersihan dapat ditunjukkan dengan ....
A. membuang sampah sembarangan
B. menjaga kebersihan diri dan lingkungan
C. mencoret meja
D. membiarkan kelas kotor
6. Rani sedang marah karena pensilnya dipinjam teman tanpa izin. Sikap yang tepat adalah ....
A. langsung memarahi teman
B. merebut pensil dengan kasar
C. menenangkan diri lalu berbicara dengan baik
D. membuang pensil teman
7. Contoh sikap mandiri di rumah adalah ....
A. meminta orang tua merapikan tempat tidur
B. merapikan tempat tidur sendiri
C. meminta kakak mengerjakan PR
D. membiarkan pakaian berserakan
8. Setelah makan, sikap yang menunjukkan cinta kebersihan adalah ....
A. meninggalkan sampah di meja
B. membuang sisa makanan sembarangan
C. membersihkan tempat makan
D. menyuruh orang lain membersihkan
9. Sikap menahan diri membantu kita agar ....
A. mudah marah
B. mampu mengendalikan emosi
C. suka bertengkar
D. menjadi malas
10. Sikap yang menunjukkan ketiga perilaku sekaligus adalah ....
A. marah ketika ditegur, menyuruh teman, dan membuang sampah
B. tenang ketika menghadapi masalah, mengerjakan tugas sendiri, dan menjaga kebersihan
C. selalu meminta bantuan dan membiarkan kelas kotor
D. bermain sepanjang waktu
B. ISIAN
11. Mengendalikan emosi agar tidak melakukan keburukan disebut ....
12. Melakukan tugas sendiri dengan penuh tanggung jawab merupakan sikap ....
13. Membuang sampah pada tempatnya merupakan contoh sikap cinta ....
14. Ketika marah, sebaiknya kita terlebih dahulu ....
15. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan bentuk rasa .... kepada Allah.
C. ESAI
16. Jelaskan pengertian sikap menahan diri!
17. Sebutkan tiga contoh sikap mandiri yang dapat kamu lakukan di sekolah!
18. Sebutkan tiga contoh sikap cinta kebersihan!
19. Apa yang akan kamu lakukan jika temanmu mengejekmu?
20. Mengapa kita harus membiasakan diri bersikap mandiri dan menjaga kebersihan?
J. KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Pilihan Ganda
B – Menahan diri berarti mengendalikan diri agar tidak melakukan sesuatu yang buruk.
C – Kita harus menenangkan diri dan tidak membalas dengan keburukan.
C – Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri merupakan contoh kemandirian.
D – Sampah sebaiknya diambil dan dibuang pada tempatnya.
B – Cinta kebersihan berarti menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
C – Menenangkan diri terlebih dahulu membantu kita menyelesaikan masalah dengan baik.
B – Merapikan tempat tidur sendiri adalah contoh kemandirian.
C – Membersihkan tempat makan menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan.
B – Menahan diri membuat kita mampu mengendalikan emosi dan tindakan.
B – Ketiga sikap tersebut terlihat dalam perilaku tenang, mandiri, dan menjaga kebersihan.
Isian
Menahan diri
Mandiri
Kebersihan
Menenangkan diri / menahan diri
Syukur
Esai
16. Menahan diri adalah kemampuan mengendalikan keinginan, emosi, dan tindakan agar tidak melakukan sesuatu yang buruk.
17. Contoh: mengerjakan tugas sendiri, menyiapkan buku sendiri, merapikan meja sendiri.
18. Membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan, menjaga kebersihan kelas.
19. Saya akan menahan diri, tidak membalas dengan marah, menenangkan diri, dan berbicara dengan teman secara baik.
20. Karena sikap mandiri melatih kita bertanggung jawab, sedangkan menjaga kebersihan membuat diri dan lingkungan menjadi sehat, nyaman, dan merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.
KESIMPULAN
Alhamdulillah, anak-anak hebat, hari ini kita sudah belajar bahwa Asmaul Husna tidak hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku kita.
Ada tiga sikap penting yang kita pelajari:
๐ 1. Menahan Diri
Mampu mengendalikan emosi, keinginan, dan tindakan agar tidak melakukan keburukan.
๐ 2. Mandiri
Mampu melakukan tugas dan kewajiban sendiri dengan penuh tanggung jawab.
๐ 3. Cinta Kebersihan
Membiasakan diri menjaga kebersihan tubuh, pakaian, tempat belajar, rumah, dan lingkungan.
Anak-anak, mulai hari ini mari kita biasakan:
“Saya mampu menahan diri, saya mampu mandiri, dan saya cinta kebersihan.”
REFLEKSI PEMBELAJARAN
Sekarang mari kita bertanya kepada diri sendiri.
๐ Apakah saya sudah mampu menahan diri ketika marah?
๐ Apakah saya sudah terbiasa melakukan tugas sendiri?
๐ Apakah saya sudah menjaga kebersihan diri dan lingkungan?
๐ Sikap apa yang akan saya tingkatkan mulai hari ini?
Kendala Pembelajaran
Guru mencatat peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam:
mengendalikan emosi;
membiasakan diri melakukan tugas secara mandiri;
menjaga kebersihan diri dan lingkungan;
menghubungkan nilai Asmaul Husna dengan perilaku sehari-hari.
Tindak Lanjut
Peserta didik yang masih membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan melalui contoh situasi sederhana, bermain peran, dan pembiasaan perilaku.
Peserta didik yang sudah memahami materi diberikan tugas pengayaan berupa membuat “Jurnal Anak Hebat” berisi tiga kebiasaan selama satu minggu:
☑️ Hari ini saya berhasil menahan diri.
☑️ Hari ini saya melakukan sesuatu secara mandiri.
☑️ Hari ini saya menjaga kebersihan.
Capaian Pembelajaran
Sudah memahami : ........ siswa
Masih membutuhkan bimbingan : ........ siswa
PENUTUP
Anak-anak shalih dan shalihah, Alhamdulillah pembelajaran hari ini sudah selesai.
Bapak Guru ingin anak-anak mengingat satu hal:
Belajar Asmaul Husna bukan hanya menghafal nama-nama Allah, tetapi juga berusaha menjadi anak yang memiliki akhlak yang baik.
Mari kita menjadi anak yang:
๐ Mampu menahan diri ketika marah.
๐ Mampu melakukan tugas sendiri.
๐ Mencintai kebersihan.
๐ Bertanggung jawab.
๐ Bersyukur kepada Allah Swt.
Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, berakhlak mulia, mandiri, disiplin, dan selalu menjaga kebersihan.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam anak-anak hebat! ๐๐
Komentar
Posting Komentar